Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kajian Kitab Riyadussholihiin Edisi-33
Sambungan Bab 14: Berlaku Sedang Dalam Beribadat (Ta'at)
Bismillahirrahmanirrahiim.
14- باب الاقتصاد في الطاعة
146- وعن أنس رضي الله عنه قال: دخل النبي صلى الله عليه وسلم المسجد فإذا حبل ممدود بين الساريتين فقال: "ما هذا الحبل" قالوا : هذا حبل لزينب، فإذا فترت تعلقت به. فقال النبي صلى الله عليه وسلم " حلوه، ليصل أحدكم نشاطه فإذا فتر فليرقد" ((متفق عليه)) .
147- وعن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: " إذا نعس أحدكم وهو يصلي، فليرقد حتى يذهب عنه النوم، فإن أحدكم إذا صلى وهو ناعس لا يدري لعله يذهب ويستغفر فيسب نفسه" ((متفق عليه)) .
148- وعن أبي عبد الله جابر بن سمرة رضي الله عنهما قال: "كنت أصلى مع النبي صلى الله عليه وسلم الصلوات، فكانت صلاته قصداً وخطبته قصداً" ((رواه مسلم)).
149- وعن أبي جحيفة وهب بن عبد الله رضي الله عنه قال: آخى النبي صلى الله عليه وسلم بين سلمان وأبى الدرداء ، فزار سلمان أبا الدرداء، فرأى أم الدرداء متبذلة فقال: ما شأنك قالت: أخوك أبو الدرداء ليس له حاجة في الدنيا، فجاء أبو الدراداء فصنع له طعاماً، فقال له: كل فإنى صائم، قال: ما أنا بآكل حتى تأكل، فأكل، فلما كان الليل ذهب أبو الدرداء يقوم فقال له: نم، فنام، ثم ذهب يقوم فقال له : نم، فلما كان من آخر الليل قال سلمان: قم الآن: فصليا جميعاً، فقال له سلمان: إن لربك عليك حقاً، وإن لنفسك عليك حقاً، ولأهلك عليك حقاً، فأعط كل ذى حق حقه، فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فذكر ذلك له، فقال النبي صلى الله عليه وسلم "صدق سلمان" ((رواه البخاري)).
Terjemah:
146. Dari Anas radhiyallahu anhu., katanya: "Nabi shallallahu alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, tiba-tiba tampak di situ ada seutas tali yang memanjang antara dua tiang. Beliau shallallahu alaihi wasallam bertanya: "Tali Dua tiang yang dimaksudkan di sini ialah dari beberapa tiang yang ada di masjid. Tujuan utama dalam Hadis ini ialah anjuran yang penting sekali untuk diperhatikan, yakni hendaknya kita melaksanakan agama Islam ini apakah ini?" Orang-orang menjawab: "Ini adalah kepunyaan Zainab, jikalau ia sudah malas lelah bersembahyang, ia menggantung di situ." Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu bersabda: "Lepaskan sajalah. Baiklah seseorang itu melakukan shalat di waktu ia sedang bersemangat, maka jikalau ia telah merasa malas, baiklah ia tidur saja." (Muttafaq 'alaih)
147. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Jikalau seseorang dari engkau semua mengantuk dan ia sedang bersembahyang, maka baiklah ia tidur dulu, sehingga hilanglah kantuk tidurnya. Sebab sesungguhnya seseorang dari engkau semua itu jikalau bersembahyang sedang ia mengantuk, maka ia tidak tahu, barangkali ia memulai memohonkan pengampunan kepada Allah, tetapi ia lalu mencaci maki dirinya sendiri." (Muttafaq 'alaih)
148. Dari Abu Abdillah, yaitu Jabir bin Samurah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya pernah bersembahyang dengan Nabi shallallahu alaihi wasallam beberapa shalatan, maka keadaan shalat beliau shallallahu alaihi wasallam itu adalah sedang dan khutbahnyapun sedang pula." (Riwayat Muslim)
Ucapan qashdan maksudnya antara panjang dan pendek, yakni sederhana.
149. Dari Abu Juhaifah yaitu Wahab bin Abdullah radiyallahu anhu katanya: "Nabi shallallahu alaihi wasallam mempersaudarakan antara Salman dan Abud-darda' maksudnya keduanya disuruh berjanji
untuk berlaku sebagai saudara." Salman pada suatu ketika berziarah ke Abuddarda', ia melihat Ummud Darda' isteri Abud-darda' mengenakan pakaian yang serba kusut yakni tidak berhias samasekali, Salman bertanya padanya: "Mengapa saudari berkeadaan sedemikian ini?" Wanita itu menjawab: "Saudaramu yaitu Abud-darda' itu sudah tidak ada hajatnya lagi pada keduniaan maksudnya: Sudah meninggalkan keduniaan, baik terhadap wanita atau lain-lain."
Dalam riwayat Ad-daraquthni lafaz Fiddunyaa, diganti dengan lafaz Fi nisaid dunyaa, artinya tidak ada hajatnya lagi pada kaum wanita di dunia ini. Sementara itu dalam riwayat Ibnu Khuzaimah ditambah pula dengan kata-kata Yashuumun nahaar wa yaquumullail, artinya: Ia berpuasa pada siang harinya dan terus bersembahyang pada malam harinya." Abud-darda' lalu datang, kemudian ia membuatkan makanan untuk Salman. Setelah selesai Abud-darda' berkata kepada Salman: "Makanlah, karena saya berpuasa." Salman menjawab: "Saya tidak akan suka makan, sehingga engkaupun suka pula makan." Abud-darda' lalu makan. Setelah malam tiba, Abud-darda' mulai bangun. Salman berkata kepadanya: "Tidurlah!" Ia tidur lagi. Tidak lama kemudian bangun lagi dan Salman berkata pula: "Tidurlah!" Kemudian setelah tiba Akhir malam, Salman lalu berkata pada Abuddarda': "Bangunlah sekarang!" Keduanya terus bersembahyang. Selanjutnya Salman lalu berkata: "Sesungguhnya untuk Tuhanmu itu ada hak atas dirimu, untuk dirimu sendiri juga ada hak atasmu, untuk keluargamupun ada hak atasmu. Maka berikanlah kepada setiap yang berhak itu akan haknya masing-masing."
jangan melampaui batas, khususnya dalam peribadatan, seperti shalat, puasa dan lain-lain yang termasuk sunnah hukumnya. Jadi kita dilarang mempersangatkan diri sendiri, sehingga membuat kita lelah dan akhirnya malas. Juga terdapat suatu anjuran lain, yakni hendaklah dalam mengerjakannya itu dengan penuh semangat dan bukan seenaknya saja.
Abuddarda' - paginya - mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam kemudian menyebutkan peristiwa semalam itu, lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Salman benar ucapannya." (Riwayat Bukhari)
Keterangan:
Dengan berdasarkan Hadis di atas, maka syariat Agama Islam memerintahkan kepada kaum Muslimin agar antara seorang dengan yang lainnya bersikap sebagaimana orang-orang yang bersaudara dan semata-mata bukan karena ini atau itu, tetapi hanya untuk mengharapkan keridhaan Tuhan, juga memerintahkan agar saling kunjung-mengunjungi karena Allah, demikian pula bermalam di rumah saudara seagamanya karena Allah pula. Di samping itu syariat membolehkan seseorang lelaki bercakap-cakap dengan wanita lain yang bukan mahramnya yakni ajnabiyah, bilamana betul-betul ada keperluan yang penting untuk berbuat sedemikian itu. Selain itu dalam Hadis itu pula terdapat anjuran yang sungguh-sungguh agar antara seorang muslim dengan muslim lainnya, hendaknya gemar nasihat-menasihati dengan cara yang baik, mengingatkan siapa yang lupa dan lalai melaksanakan perintah Allah dan ada pula anjuran untuk gemar mengerjakan shalat malam (shalatuilail) dan lain-lain lagi.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Karya: Syaikh Imam An-Nawawi radhiyallahu anhu.
Kami mohon kerja sama anda bila menjumpai postingan yang bertentangan dengan mana-mana pihak atau artikel yang kami terapkan kurang berkenan dihati anda mohon dimaklumi, niat kami hanya ingin mengambil manfaat dan barokah nya. Ttd: Dakwah Islami Penyejuk Qalbu.
Minggu, 21 Juni 2020
065-Kajian Kitab Riyadussholihiin Sambungan Bab 14: Berlaku Sedang Dalam Beribadat (Ta'at) 33
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
067-Kiat Meredam Amarah: Doc-1305
Masyruch El Basyirah 23 Februari 2017 pukul 2:09 Assalamu'alaikum MTTM. Mohon shar tentang cara menanggulangi amarah . Se...
-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Kajian Kitab Riyadussholihiin Edisi-23 7 - Bab : Yakin Dan Tawakkal. 7 - باب اليقين ...
-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Kajian Kitab Risalatul Muawanah Edisi Ke-22 Berpegang Teguh Pada Al-Qur`an Dan Hadits. ...
-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Kajian Kitab Risalatul Muawanah Edisi-9 Tentang Sholat Dhuha Bab-9 Shalat Dhuha: ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar