Senin, 20 April 2020

036-Kajian Kitab Riyadussholihiin Bab Sabar - 16

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Kajian Kitab Riyadusshololihiin Edisi-16

3 : Bab Sabar.

لبسم الله الرحمن الرحیم

  ٣/١٦-باب الصبر

٣٨ - ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦِ ﻣﺴﻌﻮﺩٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻗَﺎﻝَ : ﺩﺧﻠﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒﻲِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﻳُﻮﻋَﻚُ ، ﻓﻘﻠﺖ : ﻳَﺎ ﺭﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ، ﺇﻧَّﻚَ ﺗُﻮْﻋَﻚُ ﻭَﻋْﻜﺎً ﺷَﺪِﻳﺪﺍً ، ﻗَﺎﻝَ : )) ﺃﺟَﻞْ ، ﺇﻧِّﻲ ﺃﻭﻋَﻚُ ﻛﻤَﺎ ﻳُﻮﻋَﻚُ ﺭَﺟُﻼﻥِ ﻣِﻨﻜُﻢْ (( ﻗﻠْﺖُ : ﺫﻟِﻚَ ﺃﻥ ﻟَﻚَ ﺃﺟْﺮﻳﻦِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : )) ﺃَﺟَﻞْ ، ﺫﻟِﻚَ ﻛَﺬﻟِﻚَ ، ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻳُﺼﻴﺒُﻪُ ﺃﺫﻯً ، ﺷَﻮْﻛَﺔٌ ﻓَﻤَﺎ ﻓَﻮﻗَﻬَﺎ ﺇﻻَّ ﻛَﻔَّﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑﻬَﺎ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻪِ ، ﻭَﺣُﻄَّﺖْ ﻋَﻨْﻪُ ﺫُﻧُﻮﺑُﻪُ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺤُﻂُّ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮَﺓُ ﻭَﺭَﻗَﻬَﺎ (( ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ َ. )) ﻭﺍﻟﻮَﻋْﻚُ (( : ﻣَﻐْﺚُ ﺍﻟﺤُﻤَّﻰ ، ﻭَﻗﻴﻞَ : ﺍﻟﺤُﻤَّﻰ .

٣٩ - ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : )) ﻣَﻦْ ﻳُﺮِﺩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻪِ ﺧَﻴْﺮﺍً ﻳُﺼِﺐْ ﻣِﻨْﻪُ (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ . ﻭَﺿَﺒَﻄُﻮﺍ )) ﻳُﺼِﺐْ (( ﺑﻔَﺘْﺢ ﺍﻟﺼَّﺎﺩ ﻭﻛَﺴْﺮﻫﺎ .))

٤٠ - ﻭﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : )) ﻻ ﻳَﺘَﻤَﻨَّﻴَﻦَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢُ ﺍﻟﻤَﻮﺕَ ﻟﻀُﺮٍّ ﺃَﺻَﺎﺑَﻪُ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻻَ ﺑُﺪَّ ﻓﺎﻋﻼً ، ﻓَﻠﻴَﻘُﻞْ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃﺣْﻴﻨﻲ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺓُ ﺧَﻴﺮﺍً ﻟِﻲ، ﻭَﺗَﻮﻓّﻨِﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟﻮَﻓَﺎﺓُ ﺧَﻴﺮﺍً ﻟﻲ (( ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ ))

٤١ - ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﺒﺎﺏ ﺑﻦ ﺍﻷﺭﺕ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﺷﻜﻮﻧﺎ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﺘﻮﺳﺪ ﺑﺮﺩﺓ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻇﻞ ﺍﻟﻜﻌﺒﺔ، ﻓﻘﻠﻨﺎ : ﺃﻻ ﺗﺴﺘﻨﺼﺮ ﻟﻨﺎ ﺃﻻ ﺗﺪﻋﻮ ﻟﻨﺎ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ ﻳﺆﺧﺬ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻴﺤﻔﺮ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻓﻴﺠﻌﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﺛﻢ ﻳﺆﺗﻰ ﺑﺎﻟﻤﻨﺸﺎﺭ ﻓﻴﻮﺿﻊ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ ﻓﻴﺠﻌﻞ ﻧﺼﻔﻴﻦ، ﻭﻳﻤﺸﻂ ﺑﺄﻣﺸﺎﻁ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺪﻳﺪ ﻣﺎ ﺩﻭﻥ ﻟﺤﻤﻪ ﻭﻋﻈﻤﻪ، ﻣﺎ ﻳﺼﺪﻩ ﺫﻟﻚ ﻋﻦ ﺩﻳﻨﻪ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻴﺘﻤﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﻣﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﻴﺮ ﺍﻟﺮﺍﻛﺐ ﻣﻦ ﺻﻨﻌﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺣﻀﺮﻣﻮﺕ ﻻ ﻳﺨﺎﻑ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺬﺋﺐ ﻋﻠﻰ ﻏﻨﻤﻪ، ﻭﻟﻜﻨﻜﻢ ﺗﺴﺘﻌﺠﻠﻮﻥ " ‏( ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏) ‏) . ﻭﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ : ﻭﻫﻮ ﻣﺘﻮﺳﺪ ﺑﺮﺩﺓ ﻭﻗﺪ ﻟﻘﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﺷﺪﺓ

٤٢ - ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻤَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮﻡُ ﺣُﻨَﻴﻦٍ ﺁﺛَﺮَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧَﺎﺳﺎً ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺴْﻤَﺔِ، ﻓَﺄﻋْﻄَﻰ ﺍﻷﻗْﺮَﻉَ ﺑْﻦَ ﺣَﺎﺑﺲٍ ﻣﺌَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻹِﺑِﻞِ ، ﻭَﺃَﻋْﻄَﻰ ﻋُﻴَﻴْﻨَﺔ ﺑْﻦَ ﺣﺼﻦ ﻣِﺜْﻞَ ﺫﻟِﻚَ ، ﻭَﺃَﻋﻄَﻰ ﻧَﺎﺳﺎً ﻣِﻦْ ﺃﺷْﺮﺍﻑِ ﺍﻟﻌَﺮَﺏِ ﻭﺁﺛَﺮَﻫُﻢْ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺴْﻤَﺔِ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺟُﻞٌ : ﻭﺍﻟﻠﻪِ ﺇﻥَّ ﻫﺬِﻩِ ﻗِﺴْﻤَﺔٌ ﻣَﺎ ﻋُﺪِﻝَ ﻓِﻴﻬَﺎ ، ﻭَﻣَﺎ ﺃُﺭﻳﺪَ ﻓﻴﻬَﺎ ﻭَﺟْﻪُ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻷُﺧْﺒِﺮَﻥَّ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻓَﺄَﺗَﻴْﺘُﻪُ ﻓَﺄﺧْﺒَﺮﺗُﻪُ ﺑﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ، ﻓَﺘَﻐَﻴَّﺮَ ﻭَﺟْﻬُﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﻛَﺎﻥَ ﻛﺎﻟﺼِّﺮْﻑِ . ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : )) ﻓَﻤَﻦْ ﻳَﻌْﺪِﻝُ ﺇِﺫَﺍ ﻟﻢ ﻳَﻌْﺪِﻝِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺭﺳﻮﻟُﻪُ ؟ (( ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : )) ﻳَﺮْﺣَﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻗَﺪْ ﺃُﻭﺫِﻱَ ﺑﺄﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﻓَﺼَﺒﺮ (( . ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻻَ ﺟَﺮَﻡَ ﻻَ ﺃﺭْﻓَﻊُ ﺇِﻟَﻴْﻪ ﺑَﻌﺪَﻫَﺎ ﺣَﺪِﻳﺜﺎً . ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ . ﻭَﻗَﻮْﻟُﻪُ : )) ﻛﺎﻟﺼِّﺮْﻑِ (( ﻫُﻮَ ﺑِﻜَﺴْﺮِ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِ ﺍﻟﻤُﻬْﻤَﻠَﺔِ : ﻭَﻫُﻮَ ﺻِﺒْﻎٌ ﺃﺣْﻤَﺮ .

٤٣ - ﻭﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ": ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻌﺒﺪﻩ ﺧﻴﺮﺍً ﻋﺠﻞ ﻟﻪ ﺍﻟﻌﻘﻮﺑﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻌﺒﺪﻩ ﺍﻟﺸﺮ ﺃﻣﺴﻚ ﻋﻨﻪ ﺑﺬﻧﺒﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﻮﺍﻓﻲ ﺑﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ." ﻭَﻗﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒﻲُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : )) ﺇﻥَّ ﻋِﻈَﻢَ ﺍﻟﺠَﺰَﺍﺀِ ﻣَﻊَ ﻋِﻈَﻢِ ﺍﻟﺒَﻼَﺀِ ، ﻭَﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺣَﺐَّ ﻗَﻮْﻣﺎً ﺍﺑْﺘَﻼَﻫُﻢْ، ﻓَﻤَﻦْ ﺭَﺿِﻲَ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﺮِّﺿَﺎ ، ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﺨِﻂَ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟﺴُّﺨْﻂُ (( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ، ﻭَﻗﺎﻝَ : )) ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ .

ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ : ﺗﻄﺒﻴﻖ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺭﻳﺎﺽ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ

Terjemah:

Sabar:

38. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu, katanya: Saya memasuki tempat nabi ﷴﷺ dan beliau sedang dihinggapi penyakit panas. Saya lalu berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya tuan dihinggapi penyakit panas yang amat sangat." Beliau kemudian bersabda: "Benar, sesungguhnya saya terkena panas sebagaimana panas dua orang dari engkau semua yang menjadi satu." Saya berkata lagi: "Kalau demikian tuan tentulah mendapatkan dua kali pahala." Beliau bersabda: "Benar, demikianlah memang keadaannya, tiada seorang muslim pun yang terkena oleh sesuatu kesakitan, baik itu berupa duri ataupun sesuatu yang lebih dari itu, melainkan Allah pasti menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab mushibah yang mengenainya tadi dan diturunkanlah dosa-dosanya sebagaimana sebuah pohon menurunkan daunnya - dan ini jikalau disertai kesabaran." Alwa'ku iaitu sangatnya panas (dalam tubuh sebab sakit), tetapi ada yang mengatakan panas (biasa).

39. Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu katanya: Rasulullah" ﷺ bersabda: "Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperolehi kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya." (Riwayat Bukhari) Para ulama mencatat: Yushab, boleh dibaca fathah shadnya dan boleh pula dikasrahkan, (lalu dibaca yushib).

40. Dari Anas radhiyallahu anhu katanya: "Rasulullah " ﷺ bersabda: "Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: "Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku." (Muttafaq 'alaih)
ِِِِِِِِ
41. Dari Abu Abdullah, iaitu Khabbab bin Aratti radhiyallahuanhuma katanya: "Kita mengadu kepada Rasulullah ﷺ dan beliau ketika itu meletakkan pakaian burdahnya di bawah kepalanya sebagai bantal dan berada di naungan Ka'bah, kita berkata: Mengapa tuan tidak memohonkan pertolongan kepada Allah untuk kita, sehingga kita menang? Mengapa tuan tidak berdoa sedemikian itu untuk kita?" Beliau lalu bersabda: "Pernah terjadi terhadap orang-orang sebelum-mu, yakni zaman nabi-nabi yang lalu, iaitu ada seorang yang diambil - oleh musuhnya, kerana ia beriman, kemudian digalikanlah tanah untuknya dan ia diletakkan di dalam tanah tadi, selanjutnya didatangkanlah sebuah gergaji dan ini diletakkan di atas kepalanya, seterusnya kepalanya itu dibelah menjadi dua. Selain itu ia pun disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang dikenakan di bawah daging dan tulangnya, semua siksaan itu tidak memalingkan ia dari agamanya, yakni ia tetap beriman kepada Allah. Demi Allah nescayalah Allah sungguh akan menyempurnakan perkara ini yakni Agama Islam, sehingga seseorang yang berkendaraan yang berjalan dari Shan'a ke Hadhramaut tidak ada yang ditakuti melainkan Allah atau kerana takut pada serigala atas kambingnya sebab takut sedemikian ini lumrah saja. Tetapi engkau semua itu hendak bercepat-cepat saja." (Riwayat Bukhari) Dalam riwayat lain diterangkan: "Beliau saat itu sedang berbantal burdahnya, padahal kita telah memperolehi kesukaran yang amat sangat dari kaum musyrikin."

42. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahuanhu., katanya: "Ketika hari peperangan Hunain, Rasulullah ﷺ melebihkan mengutamakan beberapa orang dalam pemberian pembahagian harta rampasan, lalu memberikan kepada al-Aqra' bin Habis seratus ekor unta dan memberikan kepada 'Uyainah bin Hishn seperti itu pula - seratus ekor unta, juga memberikan kepada orang-orang yang termasuk bangsawan Arab dan mengutamakan dalam cara pembahagian kepada mereka tadi. Kemudian ada seorang lelaki berkata: "Demi Allah, pembahagian secara ini, sama sekali tidak ada keadilannya dan agaknya tidak dikehendaki untuk mencari keredhaan Allah." Saya lalu berkata: "Demi Allah, hal ini akan saya beritahukan kepada Rasulullah ﷺ " Saya pun mendatanginya terus memberitahukan kepadanya tentang apa-apa yang dikatakan oleh orang itu. Maka berubahlah warna wajah beliau sehingga menjadi semacam sumba merah merah padam kerana marah lalu bersabda: "Siapakah yang dapat dinamakan adil, jikalau Allah dan RasulNya dianggap tidak adil juga." Selanjutnya beliau bersabda: "Allah merahmati Nabi Musa. Ia telah disakiti dengan cara yang lebih sangat dari ini, tetapi ia tetap sabar." Saya sendiri berkata: "Ah, semestinya saya tidak memberitahukan dan saya tidak akan mengadukan lagi sesuatu pembicaraanpun setelah peristiwa itu kepada beliau lagi." (Muttafaq 'alaih) Sabda Nabi ﷺ Kashshirfi dengan kasrahnya shad muhmalah, ertinya sumba merah.

43. Dari Anas radhiyallahu anhu, berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: "Jikalau Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hambaNya, maka ia mempercepatkan suatu siksaan penderitaan sewaktu dunia, tetapi jikalau Allah menghendaki keburukan pada seseorang hambaNya, maka orang itu dibiarkan sajalah dengan dosanya, sehingga nanti akan dipenuhkan balasan siksaannya hari kiamat." Dan Nabi ﷺ bersabda juga riwayat Anas radhiyallahu anhu.: "Sesungguhnya besarnya balasan pahala itu menilik besarnya bala' yang menimpa dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka mereka itu diberi cobaan. Oleh sebab itu barangsiapa yang rela menerima bala' tadi, ia akan memperolehi keredhaan dari Allah dan barangsiapa yang marah-marah maka ia memperolehi kemurkaan Allah pula." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini Hadis hasan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Karya: Syaikh Imam An-Nawawi radhiyallahu anhu.

Tidak ada komentar:

067-Kiat Meredam Amarah: Doc-1305

  Masyruch El Basyirah​  23 Februari 2017 pukul 2:09 Assalamu'alaikum MTTM. Mohon shar tentang cara menanggulangi amarah . Se...